Tampilkan postingan dengan label about geography. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about geography. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Juni 2010

Pandangan Manusia Tentang Jagat Raya

,,,,,Sepanjang sejarah hidupnya, manusia telah mengalami perubahan dan perkembangan pengetahuan tentang alam semesta ini. Perkembangan dari awal hingga akhir dari pandangan - pandangan tersebut adalah sebagai berikut :

Pandangan Antroposentris

,,,,,Pandangan ini menyatakan bahwa manusia sebagai pusat segalanya di alam semesta ini. Dalam bahasa Yunani, anthropes = manusia, centrum / centris berarti pusat. Bangsa primitif sejak awal sudah menyadari adanya bumi dan langit, matahari, bulan dan bintang. Bumi dianggap serupa dengan hewan, tumbuhan, dan dengan dirinya sendiri. Bangsa Babilon (hidup sekitar 2000 SM) menggambarkan alam semesta ini sebagai kubah tertutup, dimana bumi sebagai lantainya dan di sekeliling bumi terdapat lubang yang tergenang air, serta di seberang air terdapa gunung tinggi yang menyangga langit.

Pandangan Geosentris
,,,,,Dalam bahasa Yunani Geo artinya Bumi. Pandangan Geosentris memandang Bumi sebagai pusat Jagat Raya. Pandangan ini meyakini bahwa semua benda langit mengelilingi bumi dan bumi merupakan pusat kekuatan alam semesta. Pandang ini berkembang sekitar 600 SM.
,,,,,Beberapa ahli pendukung pandangan ini di antaranya adalah Thales dan Anaximander. Thales (546 SM), seorang Yunani, melalui penelitiannya berhasil menentukan bintang kutub sebagai patokan pelayaran, pembagian 4 musim dalam tiap tahun, maupun waktu - waktu terjadinya gerhana matahari. Anaximander (526 SM) adalah orang pertama yang menyatakan bahwa langit berputar pada bintang kutub dna bumi sebagai pusat Jagat Raya. Hal senada juga dikemukakan oleh Pythagoras (500 SM) seorang ahli matematika, hingga Ptolomeus (85 - 165 M).

Pandangan Holiosentris

,,,,,Helios dalam bahasa Yunani adalah matahari. Pandangan ini menyatakan bahwa pusat Jagat Raya adalah Matahari. Sebagai akibat majunya alat penelitian dan sifat ilmuwan yang kritis maka pandangan bumi sebagai pusat Jagat Raya bergeser menjadi matahari sebagai pusat. Bumi dan benda langit lainnya beredar mengelilingi Matahari. Pelopor pandangan ini adalah Nicolaus Copernicus. Copernicus menyatakan pandangannya dalam buku yang berjudul De Revolusionibus Orbium Celestium (tentang revolusi peredaran benda - benda langit).

Pandangan Galaktosentris
,,,,,Pandangan ini merupakan perkembangan dari hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berhasil dikembangkan oleh para ahli. Pada tahun 1920 dibangun teleskop raksasa di Amerika Serikat. Melalui teleskop ini dapat diperoleh informasi ihwal bintang dan galaksi yang semakin luas dan dalam. Perkembangan ini membawa pandangan bahwa pusat alam semesta adalah galaksi.

Pengertian Jagat Raya

,,,,,Jagat Raya adalah istilah lain dari alam semesta. Dalam ilmu astronomi (ilmu yang mempelajari ihwal bintang) Jagat Raya, semesta, / yang disebut Cosmos sesungguhnya adalah sebuah ruang tempat segenap benda langit berada, termasuk bumi tempat manusia hidup. Di Jagat Raya terdapat bermilyar bintang, planet - planet, komet, serta meteor. Selain itu, di Jagat Raya juga terdapat benda - benda langit lain seperti debu, kabut, dan gas.

,,,,,Jagat Raya dengan segala isinya masih menyimpan misteri. Sebagian sudah ada yang terungkap, namun masih banyak yang belum diketahui, misalnya dimana batas / dinding dari ruang yang disebut alam semesta / Jagat Raya tersebut ? Maka, jawabannya adalah tidak terbatas. Mengapa ? Karena hingga saat ini kemampuan manusia melalui ilmu pengetahuan dan teknologinya belum dapat membuktikan dimana ujung / dinding dari ruang Jagat Raya tersebut.

,,,,,Namun demikian, melalui penelitian yang terus - menerus, sebagian rahasia Jagat Raya mulai dapat diketahui. Misalnya, tentang letak, gerakan, dan bentuk benda langit yang dekat dengan bumi. Lebih jauh lagi telah diketahui bahwa sistem Tata Surya kita hanya sebagian kecil dari pengisi Galaksi Bimasakti. Manusia juga akhirnya memahami bahwa Galaksi Bimasakti bukan satu-satunya galaksi pengisi Jagat Raya.

10 Konsep Esensial Geografi

1. Lokasi
,,,a. Rumah yang bagus akan berkurang nilainya apabila berdekatan dengan :
,,,,,,- pemakaman (mengerikan)
,,,,,,- stasiun KA, lapangan terbang, pabrik (bising)
,,,,,,- kawasan industri (pencemaran).
,,,b. Di daerah dingin, orang umumnya berpakaian lebih tebal.

2. Jarak
,,,a. Harga produksi pertanian akan lebih mahal bila harus diangkut ke pasar yang jauh.
,,,b. Nilai tanah akan semakin tinggi bila semakin dekat dengan kota / jalan raya.
,,,c. Biaya angkutan umum (barang) paling murah adalah dengan :
,,,,,,- kapal, bila jarak minimalnya 1000 km
,,,,,,- kereta, bila jarak minimalnya 500 km
,,,,,,- truk, bila jaraknya kurang dari 500 km

3. Keterjangkauan
,,,a. Keterjangkauan Yogyakarta - Jakarta (menggunakan pesawat terbang), Yogyakarta - Magelang (mobil).
,,,b. Daerah A yang surplus padi dan daerah B yang minus padi tidak dapat berinteraksi jika tidak ada jalan / sarana penghubung lainnya.

4. Pola
,,,a. Pola aliran sungai sering terkait dengan jenis batuan, tanah, dan struktur geologi.
,,,b. Pola permukiman terkait, antara lain dengan sungai, jalan, dan bentuk lahan.

5. Morfologi
,,,a. Bentuk lahan terkait dengan erosi pengendapan, penggunaan lahan, ketebalan tanah, dan ketersediaan air.
,,,b. Bentuk pulau mencirikan panjang garis pantai yang berkaitan dengan pengelolaan daerah pantai.

6. Aglomerasi
,,,Masyarakat / anggota kelompok penduduk cenderung mengelompok dengan masyarakat yang memiliki tingkatan hampir sama. Akibatnya, timbul daerah kumuh, daerah elit, dan sebagainya.

7. Nilai Kegunaan
,,,Daerah wisata memiliki nilai yang berbeda bagi orang yang berbeda. Oleh karena itu, ada orang yang sering mengunjungi, jarang, / bahkan tidak pernah mengunjungi daerah tertentu.

8. Interaksi (interpendensi)
,,,Mobilitas manusia, barang, / gagasan dari suatu tempat ke tempat lainnya, misalnya :
,,,- gerakan manusia dari daerah padat penduduk ke daerah jarang penduduk
,,,- gerakan barang dari desa ke kota / sebaliknya
,,,- gerakan berita (informasi) melalui media massa.

9. Diferensiasi Area
,,,Fenomena yang berbeda di suatu tempat dengan tempat lain, misalnya :
,,,- jarak dekat, sedang, dan jauh dari jalan
,,,- perumahan yang padat, sedang, jarang
,,,- harga tanah (rumah) yang mahal, sedang, murah.
,,,- pendapatan yang tinggi, sedang, rendah.

10. Keterkaitan keruangan
,,,,Setelah dikaji melalui peta, ternyata terdapat keterkaitan keruangan antara Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Senin, 08 Maret 2010

PENDEKATAN KAJIAN GEOGRAFI

,,,,,Pendekatan merupakan suatu konsep dasar dalam mengkaji masalah yang berkaitan dengan objek material geografi. Sebagaimana telah diuraikan bahwa spesifikasi pendekatan geografi meliputi pendekatan keruangan (spatial approach), pendekatan kelingkungan (ecological approach), dan pendekatan kompleks kewilayahan (regional complex approach).

PENDEKATAN KERUANGAN (spatial approach)
,,,,,Merupakan pendekatan khas geografi dengan mengkaji variasi fenomena alam di permukaan bumi. Pendekatan keruangan mengacu, antara lain pada penekanan lokasi, ukuran aksesibilitas, dan interaksi.
,,,,,Pendekatan keruangan dengan mengacu pada prinsip-prinsip gegorafi, yaitu penyebaran, interelasi, dan deskripsi yang dapat dicermati melalui konsep, dan teori serta teknik analisis seperti jaringan dan konektivitas, teori central place, dan interaksi.

PENDEKATAN KELINGKUNGAN (ecological approach)
,,,,,Merupakan pendekatan berdasarkan interaksi dan interpendensi yang terjadi pada lingkungan. Lingkungan geografi memiliki pengertian yang sama dengan lingkungan pada umumnya. Pendekatan kelingkungan dilakukan dengan berpusat pada interelasi kehidupan manusia dengan lingkungan fisiknya yang membentuk sistem keruangan yang dikenal dengan ekosistem.

PENDEKATAN KOMPLEKS KEWILAYAHAN (regional complex approach)
,,,,,Merupakan kombinasi pendekatan keruangan dan ekologi dengan mengkaji karakteristik fisik dan sosial dari fenomena yang terjadi di permukaan bumi yang berbeda antara suatu wilayah dengan wilayah lainnya. Oleh karena itu, pendekatan ini lebih ditekankan pada diferensiasi area.

Jumat, 05 Maret 2010

PRINSIP-PRINSIP DASAR GEOGRAFI

,,,,,Untuk menganalisis dan mengungkapkan gejala geosfer dalam kehidupan sehari-hari, secara teoritis digunakan prinsip-prinsip dasar geografi. Prinsip-prinsip tersebut terdiri atas prinsip persebaran, timbal balik, korologi, dan penggambaran.


PRINSIP PERSEBARAN

,,,,,Fenomena geosfer, baik alam maupun manusia, tersebar di permukaan bumi. Persebaran fenomena ini tidak merata dari suatu wilayah ke wilayah lainnya. Dengan mengkaji dan menggambarkan persebaran berbagai fenomena geosfer, kita dapat mengungkapkan hubungan antara satu fenomena dengan fenomena lainnya. Selanjutnya, kita juga dapat meramalkan kemungkinan apa yang akan terjadi kemudian. Misalnya, fenomena banjir. Melalui pengamatan persebaran daerah banjir, antisipasi di musim hujan yang akan datang dapat segera dilakukan.

PRINSIP TIMBAL BALIK

,,,,,Fenomena geosfer dalam suatu ruang mempunyai hubungan satu sama lain. Setelah melihat persebaran fenomena geosfer dalam ruang, selanjutnya dapat kita ungkap hubungannya satu sama lain. Melalui prinsip timbal balik, dapat diungkapkan hubungang faktor alam dengan faktor manusia atau sebaliknya. Dari hubungan tersebut, akan tergambar karakteristik gejala alam di wilayah itu. Misalnya, fenomena banjir. Dengan menggunakan prinsip timbal balik, kita dapat mencari bagaimana banjir dapat terjadi, adakah faktor alam dan faktor manusia yang memengaruhinya.

PRINSIP KOROLOGI


,,,,,Prinsip ini merupakan prinsip geografi yang komprehensif dengan memadukan prinsip-prinsip lainnya. Prinsip ini merupakan ciri dari geografi modern. Pada prinsip korologi, fenomena ditinjau dari persebaran dan hubungan timbal balik di dalam ruang. Misalnya, dalam mengkaji banjir selalu diperhatikan persebarannya dalam ruang, hubungannya dengan faktor-faktor penyebab banjir, dan seterusnya. Dengan demikian, kita akan mampu menjelaskan karakteristik banjir tersebut.

PRINSIP PENGGAMBARAN


,,,,,Prinsip ini menjelaskan fenomena geosfer sebagai sebab akibat dari interaksi fenomena yang ada di dalamnya. Prinsip ini memberikan gambaran lebih lanjut tentang fenomena atau masalah yang terjadi. Penggambaran dilakukan bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan menggunakan peta, diagram, grafik, dan tabel. Misalnya, peristiwa banjir. Prinsip ini menguraikan sebab dan akibat dari peristiwa banjir. Selain itu, penggunaan peta dapat menggambarkan daerah persebaran banjir.
,,,Dalam pelaksanaannya, prinsip-prinsip di atas tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Pengkajian suatu fenomena geosfer tidak mungkin mengabaikan salah satu atau beberapa prinsip.

OBJEK FORMAL

,,,,,Objek formal geografi merupakan cara atau metode dalam mengkaji dan menganalisis masalah-masalah objek material geografi. Analisis masalah-masalah objek material geografi tersebut dapat dilakukan melalui pendekatan keruangan (spatial approach), lingkungan (ecological approach), dan kompleks kewilayahan (regional complex approach).
,,,,,Pendekatan keruangan merupakan pendekatan khas geografi dengan mengkaji variasi fenomena alam di permukaan bumi. Pendekatan keruangan mengacu pada penelaahan perbedaan tempat melalui prinsip-prinsip geografi, yaitu persebaran, timbal balik, dan penggambaran. Pendekatan lingkungan merupakan pendekatan berdasarkan interaksi yang terjadi pada lingkungan. Pendekatan lingkungan dalam geografi berkenaan dengan hubungan kehidupan manusia dengan lingkungan fisiknya. Interaksi tersebut membentuk sistem keruangan yanng dikeanl dengan ekosistem.
,,,,,Pendekatan kompleks kewilayahan merupakan kombinasi pendekatan keruangan dan ekologi. Pendekatan kompleks kewilayahan mengkaji karakteristik fisik maupun sosial dari fenomena yang terjadi di permukaan bumi yang berbeda antara suatu wilayah dengan wilayah lainnya. Oleh karena itu, pendekatan ini lebih menekankan pada perbedaan wilayah.

Jumat, 29 Januari 2010

OBJEK GEOGRAFI

,,,,Berdasarkan hasil Semlok IGI di Semarang tahun 1988, disepakati bahwa objek studi geografi dibedakan menjadi 2 macam, yaitu objek material geografi dan objek formal geografi.

Objek Material

,,,,Objek material geografi merupakan bahan (isi) kajian geografi. Objek material geografi berupa fenomena permukaan bumi (geosfer) yang meliputi litosfer, atmosfer, hidrosfer, dan biosfer dengan segala variasi dan agihannya, serta antroposfer sebagai tema sentral.

,,,,Litosfer berkaitan dnegan kulit bumi atau kerak bumi (toposfer dan pedosfer) dengan segala variasi dan agihannya. Atmosfer berkaitan dengan lapisan udara (cuaca dan iklim) dengan segala variasi dan agihannya. Hidrosfer berkaitan dengan lapisan air (air di daratan dan di lautan) dengan segala variasi dan agihannya. Biosfer berkaitan dengan kehidupan di muka bumi (flora dan fauna) dengan segala variasi dan agihannya. Antroposfer berkaitan dengan kehidupan manusia di muka bumi sebagi tema sentralnya.
,,,,,Karena itu, kajian geografi sering disebut bersifat antroposentris yang kemudian dapat menimbulkan studi kekhususan.
,,,,,Dalam mengkaji dan menganalisis objek material geografi, geografi dibantu dan ditunjang oleh ilmu pengetahuan yang lain seperti, geologi, geomorfologi, litologi, biologi, hidrologi, antropologi, meteorologi, dan fisika. Secara ringkas, objek material geografi meliputi gejala-gejala yang terdapat dan terjadi di muka bumi.

RUANG LINGKUP GEOGRAFI

,,,,Ruang lingkup geografi tidak lepas dari apa yang menjadi objek material geografi. Ruang lingkup geografi mencakup fenomena permukaan bumi (geosfer), yang terdiri atas gejala alam (fisik) dan gejala manusia (sosial). Gejala-gejala ini menganalisis persebaran (spread), hubungan (interrelation), dan interaksi (interaction) dalam ruang muka bumi.
,,,,Dengan melihat gejala yang dipelajarinya, geografi harus mampu menjawab pertanyaan what-where-why-how tentang apa yang terjadi di muka bumi.
1. Untuk menjawab what (apa), geografi dapat menjawab dan menunjukkan gejala alam atau gejala manusia yang terjadi di muka bumi.
2. Untuk menjawab where (dimana), geografi dapat menjawab dan menunjukkan ruang atau tempat persebaran terjadinya gejala alam atau gejala manusia.
3. Untuk menjawab why (mengapa), geografi dapat menjawab dan menunjukkan hubungan antara gejala alam dan gejala manusia sebagai faktor yang tidak berdiri sendiri, tetapi memiliki keterkaitan 1 sama lain.
4. Untuk menjawab how (bagaimana), geografi dapat menjawab dan menunjukkan bentuk kualitas dan kuantitas gejala dan hubungan gejala-gejala tersebut pada ruang yang bersangkutan.
,,,,Rhoad Murphey dalam bukunya The Scope of Geography mengemukakan bahwa ruang lingkup geografi meliputi 3 hal, yaitu sebagai berikut :
1. Persebaran dan relasi penduduk di muka bumi dengan sejumlah aspek keruangan serta bagaimana manusia memanfaatkannya.
2. Interaksi antara manusia dengan lingkungan fisik yang merupakan salah 1 bagian dari keanekaragaman wilayah.
3. Kerangka analisis regional dengan ciri-ciri yang spesifik.
,,,,Objek geografis secara garis besar dapat dibedakan menjadi 2 aspek yaitu aspek fisik dan aspek sosial. Aspek fisik meliputi, antara lain aspek kimiawi, biologis, dan astronomis. Sementara itu, aspek sosial meliputi, antara lain aspek antoropologis, politis, dan ekonomis. Oleh karena itu, dalam mengkaji fenomena geografis, kedua aspek tersebut tidak dapat dipisahkan, tetapi harus selalu dikaitkan.

PENGERTIAN GEOGRAFI

,,,,Geografi merupakan suatu ilmu yang banyak berhubungan dengan distribusi dan susunan seluruh bagian permukaan bumi. Istilah geografi pertama kali dikenalkan oleh ilmuwan Yunani yang bernama Eratosthenes pada tahun 200 SM. Pada masa itu, geografi hanya didominasi oleh cerita-cerita tentang perjalanan dari berbagai penjuru dunia (Logografi). Menurut Eratosthenes, geografi berarti ilmu pengetahuan yang melukiskan dan menggambarkan tentang keadaan bumi.
,,,,Pada abad ke-2 SM, seorang ahli astronomi Alexandria, Claudius Ptolomeus, membuat sebuah buku mengenai geografi Yunani dan Romawi. Menurut Ptolomeus, geografi merupakan suatu penyajian sebagian atau seluruh permukaan bumi. Dalam karyanya yang berjudul Geographike Syntaxis, ia mengajukan metode baru dalam pembuatan peta, termasuk proyeksi dan pembuatan atlas. Pada saat itu, Claudius Ptolomeus juga telah membuat atlas yang disebut Atlas Ptolomeus.
,,,,Setelah Claudius Ptolomeus, muncul ahli-ahli geografi lainnya. Di antaranya, ahli geografi dari Jerman, Bernhardus Varenius. Hasil karyanya yang disebut Geographia Generalis dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Geografi absolut.
2. Geografi relatif.
3. Geografi komparatif.
,,,,Geografi absolut mengkaji berbagai fakta matematika yang berkaitan dengan bumi dan keberadaannya, bentuk, dimensi, gerakan, ukuran, dan berbagai fakta lainnya. Geografi relatif mengkaji, antara lain pengaruh matahari dan bintang, iklim, perbedaan waktu di berbagai tempat, dan variasi panjang hari. Geografi komparatif mengkaji, antara lain pembagian muka bumi, letak relatif suatu tempat, pembuatan peta dan globe, dan navigasi.
,,,,Pada awal abad ke-18, perkembangan geografi diwarnai oleh Aliran Fisik Determinisme. Aliran ini memercayai bahwa alam sangat menentukan kehidupan manusia. Tokoh dari aliran ini, antara lain Karl Ritther, Friederich Ratzel, dan Elsworth Huntington. Karl Ritther mengemukakan bahwa geografi merupakan suatu telaah mengenai bumi sebagian tempat tinggal manusia.
,,,,Pada tahun 1800-an, muncul seorang ahli geografi Prancis terkenal, Paul Vidal de la Blache yang membawa Aliran Possibilisme. Aliran ini beranggapan bahwa manusia memiliki peluang besar untuk menentukan pola kehidupannya. Konsep ini dikenal dengan konsep Genre De Vie. Artinya, tipe proses produksi dipilih oleh manusia dari berbagai kemungkinan yang disediakan oleh alam. Berbeda dengan Aliran Fisik Determinisme, aliran ini lebih menekankan pada faktor manusi dalam mengelola alam.
,,,,Pada tahun1988, ahli geografi Indonesia yang tergabung dalam IGI (Ikatan Geografi Indonesia) turut memberi warna baru dalam geografi, khususnya di Indonesia. Melalui Semlok IGI di Semarang, geografi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dari sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks ruangan.