Tampilkan postingan dengan label tokoh - tokoh ilmuwan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tokoh - tokoh ilmuwan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 September 2010

Theodore Schwann

(1810-1882) adalah seorang ahli fisiologi, histologi, dan sitologi dari Jerman. Ia lahir di Neuss tanggal 8 Desember tahun 1810. Schwann bekerja pada jaringan saraf dan jaringan otot. Ia juga pernah menemukan selaput pada benang-benang saraf.

Salah 1 karya terbesarnya untuk biologi adalah teorinya tentang sel (Schwann Cells) pada sistem saraf. Suatu hari, Schwann makan malam bersama dengan Schleiden dan mereka membicarakan kemiripan yang ada pada struktur terkecil hewan dan tumbuhan. Setelah pembicaraan itu, tanpa menunda-nunda mereka mempublikasikan kemiripan teori mereka pada artikel Microscopic Investigations on the Accordance in the Structure and Growth of Plants and Animals (Berlin, 1839; trans. Sydenham Society, 1847). Setelah itu, Schwann berhasil membuktikan asal-usul sel dan perkembangannya menjadi jaringan pada kuku, rambut, dan email gigi.

Jan Ingenhousz

Fotosintesis, yakni pengubahan molekul anorganik oleh tumbuhan menjadi molekul orgaik adalah sebuah proses yang sangat rumit dan berbagai ilmuwan telah berupaya menemukan bagaimana sebenarnya hal ini terjadi. Jan Ingenhousz (1730-1799), seorang doktor Belanda mengetahui dari hasil pekerjaan Stephen Hales (1677-1761), bahwa tumbuhan mengambil karbon dioksida. Dari percobaan-percobaan yang telah dilakukannya, diketahui bahwa tumbuhan menyerap karbon dioksida hanya jika ada cahaya. Temuan ini menunjukkan bahwa cahaya mempunyai peran kunci dalam fotosintesis. Dalam kegelapan, tumbuhan mengeluarkan karbon dioksida dan mengambil oksigen ketika bernapas untuk memperoleh energi.

Sir Joseph Banks


(1743-1820) adalah seorang naturalis Inggris yang membantu berdirinya botani sebagai disiplin ilmu. Banks lahir di London dan menyelesaikan pendidikannya di University of Oxford. Dari tahun 1768-1771, ia mengumpulkan dan mengklasifikasikan spesimen biologi selama mengikuti ekspedisi penjelajah Inggris, Kapten James Cook. Ia menganjurkan transfer tanaman asing dari daerah koloni ke Eropa dan membangun Taman Botani Kew di London.

Camillo Golgi

(1844-1926) , seorang ahli fisiologi Italia dan penerima hadiah Nobel, tercatat untuk studinya sistem saraf manusia dan organel kompleks Golgi. Ia adalah profesor histologi dan patologi Universitas Pavia. Sumbangannya cukup besar dalam studi jaringan saraf. Ia yang pertama menggunakan perak nitrat untuk mewarnai jaringan saraf untuk uji mikroskop dan dapat untuk menunjukkan struktur proses sel saraf. Dalam patologi, ia menunjukkan perbedaan 3 jenis parasit malaria yang berhubungan dengan perbedaan tipe malaria. Atas hasil kerjanya tentang struktur sistem huruf, tahun 1906 ia mendapat hadiah Nobel dalam bidang fisiologi / kedokteran.

Rudolf Virchow

Beliau lahir pada 13 Oktober 1821 di Schivelbein, Pomerania, Polandia. Pada tahun 1842 setelah lulus dari sekolah kedokteran akademi militer Prusia (Jerman), ia mengajar di sekolah kedokteran Universitas Berlin. Pada tahun 1847, ia meraih gelar profesor di bidang anatomi patologi dari Universitas Berlin. Pada tahun 1855, ia mengeluarkan pernyataannya yang terkenal omnis cellula e cellula (setiap sel berasal dar sel sebelumnya). Pernyataannya ini mendorong berkembangnya teori baru yang menyatakan bahwa sel merupakan unit (kesatuan) pertumbuhan.